Daftar isi

Modul 1: Desain Topologi & Subnetting IPv4/IPv6

← Kembali ke Beranda

Tujuan Praktikum

Setelah menyelesaikan modul ini, mahasiswa diharapkan mampu:

Alat dan Bahan

Dasar Teori: Topologi Jaringan

Topologi jaringan adalah pola atau susunan hubungan antar perangkat (node) dalam sebuah jaringan, baik secara fisik (letak kabel dan perangkat) maupun logis (alur data).

Topologi Deskripsi Kelebihan Kekurangan
Bus Semua perangkat terhubung ke satu kabel utama (backbone) Hemat kabel, murah Satu kabel putus, seluruh jaringan terganggu; performa turun saat trafik padat
Star Semua perangkat terhubung ke satu pusat (switch/hub) Mudah dikelola, kerusakan satu node tidak mengganggu yang lain Bergantung pada perangkat pusat (single point of failure)
Ring Perangkat terhubung melingkar, data mengalir satu arah Alur data teratur, tidak ada tabrakan data Satu node/kabel putus dapat memutus ring
Mesh Setiap perangkat terhubung ke perangkat lain Redundansi tinggi, sangat andal Mahal dan kompleks (jumlah link = n(n-1)/2)
Tree Gabungan beberapa topologi star dalam struktur hierarki Mudah diperluas, terstruktur Bergantung pada node root/backbone
Hybrid Gabungan dua atau lebih jenis topologi Fleksibel, sesuai kebutuhan Desain dan perawatan lebih rumit

Model Hierarkis Tiga Lapis

Pada jaringan kampus atau perusahaan, desain topologi umumnya mengikuti model hierarkis:

Dasar Teori: Subnetting IPv4

Alamat IPv4 terdiri dari 32 bit yang ditulis dalam 4 oktet (contoh: 192.168.10.1). Subnetting adalah proses membagi satu blok jaringan menjadi beberapa subnet yang lebih kecil agar penggunaan alamat lebih efisien dan trafik broadcast terbatas.

Kelas Alamat IPv4

Kelas Rentang Oktet Pertama Default Mask Prefix
A 1 – 126 255.0.0.0 /8
B 128 – 191 255.255.0.0 /16
C 192 – 223 255.255.255.0 /24

Alamat Privat (RFC 1918)

Rumus Penting

Tabel Ringkas Prefix

Prefix Subnet Mask Jumlah Host Usable
/24 255.255.255.0 254
/25 255.255.255.128 126
/26 255.255.255.192 62
/27 255.255.255.224 30
/28 255.255.255.240 14
/29 255.255.255.248 6
/30 255.255.255.252 2

Contoh 1: FLSM (Fixed Length Subnet Mask)

Soal: Blok 192.168.10.0/24 dibagi menjadi 4 subnet yang sama besar.

Pembahasan:

  1. Butuh 4 subnet → pinjam 2 bit (2^2 = 4), maka prefix menjadi /26.
  2. Subnet mask: 255.255.255.192, block size = 64.
  3. Host per subnet = 2^6 − 2 = 62.
Subnet Network ID Rentang Host Broadcast
1 192.168.10.0/26 192.168.10.1 – 192.168.10.62 192.168.10.63
2 192.168.10.64/26 192.168.10.65 – 192.168.10.126 192.168.10.127
3 192.168.10.128/26 192.168.10.129 – 192.168.10.190 192.168.10.191
4 192.168.10.192/26 192.168.10.193 – 192.168.10.254 192.168.10.255

Contoh 2: VLSM (Variable Length Subnet Mask)

Soal: Blok 192.168.20.0/24 digunakan untuk kebutuhan berikut:

Segmen Kebutuhan Host
Lab A 100
Lab B 50
Lab C 20
Link antar router 2

Langkah: urutkan kebutuhan dari terbesar ke terkecil, lalu alokasikan blok yang paling pas.

Segmen Prefix Network ID Rentang Host Broadcast
Lab A /25 192.168.20.0 .1 – .126 192.168.20.127
Lab B /26 192.168.20.128 .129 – .190 192.168.20.191
Lab C /27 192.168.20.192 .193 – .222 192.168.20.223
Link router /30 192.168.20.224 .225 – .226 192.168.20.227

Sisa blok mulai 192.168.20.228 masih dapat digunakan untuk pengembangan berikutnya.

Dasar Teori: IPv6

IPv6 menggunakan alamat 128 bit yang ditulis dalam 8 kelompok heksadesimal (masing-masing 16 bit) dipisah titik dua.

Contoh alamat penuh:

2001:0db8:0000:0000:0000:0000:0000:0001

Aturan Penyingkatan

  1. Angka nol di depan setiap kelompok boleh dihilangkan: 0db8 → db8.
  2. Satu rangkaian kelompok nol berurutan boleh diganti :: (hanya satu kali per alamat).

Hasil singkatan contoh di atas:

2001:db8::1

Jenis Alamat IPv6

Jenis Prefix Keterangan
Global Unicast 2000::/3 Alamat publik yang dapat dirutekan di Internet
Link-Local fe80::/10 Hanya berlaku dalam satu segmen (link), otomatis terbentuk
Unique Local fc00::/7 Mirip alamat privat pada IPv4
Multicast ff00::/8 Pengiriman ke sekelompok perangkat
Loopback ::1/128 Pengujian internal host
Catatan: IPv6 tidak memiliki alamat broadcast. Fungsinya digantikan oleh multicast.

Contoh Subnetting IPv6

Sebuah organisasi memperoleh prefix 2001:db8:acad::/48. Umumnya setiap subnet menggunakan prefix /64, sehingga tersedia 16 bit untuk Subnet ID (65.536 subnet).

Segmen Alamat Subnet
Lab A 2001:db8:acad:1::/64
Lab B 2001:db8:acad:2::/64
Lab C 2001:db8:acad:3::/64
Link router 2001:db8:acad:ff::/64

Studi Kasus: Desain Topologi Lab Komdat

Lab Komdat memiliki 3 ruang praktikum dan 1 ruang server. Rancang jaringan dengan ketentuan:

Rancangan Alamat

Segmen IPv4 IPv6 Gateway IPv4
Lab A 192.168.20.0/25 2001:db8:acad:1::/64 192.168.20.1
Lab B 192.168.20.128/26 2001:db8:acad:2::/64 192.168.20.129
Lab C 192.168.20.192/27 2001:db8:acad:3::/64 192.168.20.193

Diagram Topologi (Konsep)

                 [ Router / L3 Switch ]
                /          |           \
          [Switch A]   [Switch B]   [Switch C]
           |  |  |       |  |         |  |
          PC PC PC      PC PC        PC PC
          (Lab A)      (Lab B)      (Lab C)
Gambar diagram dari Packet Tracer dapat diunggah lewat Pengelola Media lalu dipanggil dengan {{komdat:topologi.png?600}}.

Langkah Praktikum

A. Konfigurasi di Cisco Packet Tracer

  1. Susun perangkat: 1 router, 3 switch, dan beberapa PC sesuai diagram.
  2. Hubungkan dengan kabel straight-through (PC–switch, switch–router).
  3. Atur IP pada antarmuka router (contoh untuk Lab A):
Router> enable
Router# configure terminal
Router(config)# interface gigabitEthernet 0/0
Router(config-if)# ip address 192.168.20.1 255.255.255.128
Router(config-if)# ipv6 address 2001:db8:acad:1::1/64
Router(config-if)# no shutdown
Router(config-if)# exit
Router(config)# ipv6 unicast-routing
  1. Ulangi untuk antarmuka Lab B dan Lab C dengan alamat masing-masing.
  2. Atur IP statis di tiap PC (IP, subnet mask, default gateway).
  3. Uji konektivitas dengan perintah ping antar PC di subnet berbeda.

B. Konfigurasi di Linux

Cek antarmuka jaringan:

ip a

Tambahkan alamat IPv4 dan IPv6 sementara (hilang setelah reboot):

sudo ip addr add 192.168.20.10/25 dev eth0
sudo ip -6 addr add 2001:db8:acad:1::10/64 dev eth0
sudo ip route add default via 192.168.20.1

Verifikasi perhitungan subnet dengan ipcalc:

sudo apt install ipcalc -y
ipcalc 192.168.20.0/25

Uji konektivitas:

ping -c 4 192.168.20.1
ping -6 -c 4 2001:db8:acad:1::1

Tugas dan Evaluasi

  1. Gambarkan topologi jaringan sebuah kampus dengan model hierarkis tiga lapis.
  2. Lakukan FLSM pada blok 172.16.0.0/16 menjadi 8 subnet. Tentukan network ID, rentang host, dan broadcast tiap subnet.
  3. Lakukan VLSM pada blok 10.10.10.0/24 untuk kebutuhan 60, 30, 12, dan 2 host.
  4. Singkatkan alamat IPv6 berikut: 2001:0db8:0000:0042:0000:0000:0000:00ab.
  5. Implementasikan rancangan nomor 3 pada Packet Tracer dan lampirkan tangkapan layar hasil ping.

Referensi


Modul ini merupakan bagian dari Knowledge Base Lab Komunikasi Data – Kelompok 10.