Ini adalah dokumen versi lama!
Daftar isi
Modul Sejarah: Napoléon Bonaparte
Tujuan
* Memahami latar belakang kebangkitan Napoléon Bonaparte hingga memimpin Prancis. * Menganalisis kebijakan penting serta ekspansi militer Kekaisaran Prancis. * Mengetahui akhir kekuasaan dan dampak jangka panjang dari era Napoleonik.
Dasar Teori
*Napoléon Bonaparte* adalah seorang pemimpin militer dan politik jenius asal Prancis yang mendominasi urusan Eropa pada awal abad ke-19. Ia naik daun di tengah kekacauan Revolusi Prancis, berhasil meredam berbagai pemberontakan, dan kemudian melakukan kudeta pada tahun 1799 untuk mendirikan Konsulat sebelum akhirnya dinobatkan sebagai Kaisar Prancis pada tahun 1804.
| Aspek | Masa Konsulat & Kekaisaran |
|---|---|
| Kebijakan Domestik | Pembentukan Code Napoléon (hukum sipil modern), reformasi pendidikan, dan rekonsiliasi dengan Gereja Katolik |
| Kebijakan Luar Negeri | Ekspansi militer melalui serangkaian Koalisi Perang Eropa |
| Jatuhnya Kekuasaan | Kegagalan invasi ke Rusia (1812) dan kekalahan telak di Pertempuran Waterloo (1815) |
Perbandingan Reformasi Hukum
| Sistem | Sistem Hukum Kuno (Prancis Pra-Revolusi) | Code Napoléon |
|---|---|---|
| Dasar Hukum | Hukum feodal dan hukum gereja yang tidak seragam | Undang-undang sipil yang terpusat dan sekuler |
| Hak Warga | Diskriminasi berdasarkan golongan bangsawan | Kesetaraan di depan hukum dan hak milik pribadi |
| Cakupan | Terfragmentasi di tiap daerah | Berlaku nasional dan menjadi acuan hukum modern global |
Poin Utama Kejayaan Napoleonik
Jika melihat peta kekuatan Eropa saat itu, Prancis di bawah Napoléon berhasil menguasai sebagian besar wilayah Eropa barat dan tengah melalui aliansi strategis serta kemenangan militer yang gemilang.
| Wilayah / Kampanye | Signifikansi Militer & Politik |
|---|---|
| Kampanye Italia | Membawa ketenaran militer awal bagi Napoléon melawan pasukan Austria |
| Pertempuran Austerlitz | Kemenangan terbesar melawan Kekaisaran Austria dan Rusia (Koalisi Ketiga) |
| Sistem Kontinental | Embargo ekonomi terhadap Britania Raya untuk melumpuhkan perdagangan mereka |
| Invasi Rusia | Titik balik kehancuran akibat musim dingin ekstrem dan taktik bumi hangus |
Ilustrasi Kampanye Militer
| Wilayah Operasi | Peran Utama / Hasil Akhir |
|---|---|
| Eropa Barat | Pusat kekuatan kekaisaran dan reformasi administrasi |
| Semenanjung Iberia | Perang gerilya melelahkan (Peninsular War) |
| Rusia | Bencana militer terbesar yang menghancurkan Grande Armée |
Atur strategi pertahanan dan diplomasi dengan cermat (pelajari lebih lanjut di Modul Sebelumnya), lalu amati fase-fase penting kejatuhan militer di bawah ini.
Langkah Sejarah
A. Kebangkitan Menuju Kekuasaan
Memanfaatkan ketidakstabilan politik pasca-Revolusi Prancis, Napoléon memperkuat posisinya melalui kemenangan militer:
# Langkah awal konsolidasi kekuasaan
* Kudeta 18 Brumaire (1799) mendirikan Pemerintahan Konsulat. * Penobatan diri sebagai Kaisar Prancis pada tahun 1804 di Katedral Notre-Dame.
B. Reformasi dan Code Napoléon
Pembaruan hukum yang menyatukan tradisi hukum Romawi dan hukum kebiasaan:
# Pembentukan sistem hukum modern
* Menjamin hak-hak kebebasan beragama dan menghapus hak istimewa feodal. * Menjadi fondasi hukum perdata di banyak negara di dunia hingga saat ini.
Modul 2: Konfigurasi Routing Statik & Dinamik (OSPF/RIP)
Tujuan
- Memahami fungsi routing dan tabel routing.
- Mengonfigurasi routing statik dan dinamik (RIP dan OSPF).
- Memverifikasi konektivitas antar jaringan.
Dasar Teori
Routing adalah proses menentukan jalur pengiriman paket dari satu jaringan ke jaringan lain oleh router. Router menyimpan jalur tersebut dalam tabel routing.
| Aspek | Routing Statik | Routing Dinamik (RIP/OSPF) |
|---|---|---|
| Konfigurasi | Manual oleh administrator | Otomatis lewat protokol routing |
| Beban router | Ringan | Lebih berat (CPU, memori, trafik update) |
| Adaptasi perubahan | Tidak, harus diubah manual | Ya, menyesuaikan jika ada link putus |
| Cocok untuk | Jaringan kecil dan sederhana | Jaringan menengah hingga besar |
Perbandingan RIP dan OSPF
| Fitur | RIP v2 | OSPF |
|---|---|---|
| Jenis | Distance vector | Link-state |
| Metrik | Hop count (maks. 15) | Cost (berdasarkan bandwidth) |
| Update | Berkala (tiap 30 detik) | Hanya saat ada perubahan |
| Konvergensi | Lambat | Cepat |
| Skala jaringan | Kecil | Menengah–besar |
Administrative Distance
Jika ada beberapa sumber rute ke tujuan yang sama, router memilih yang AD-nya paling kecil.
| Sumber Rute | AD |
|---|---|
| Connected | 0 |
| Static | 1 |
| OSPF | 110 |
| RIP | 120 |
Topologi Praktikum
192.168.1.0/24 10.0.0.0/30 192.168.2.0/24
[PC1]---[R1]----------------------------[R2]---[PC2]
.1/Gi0/0 .1/Gi0/1 .2/Gi0/1 .1/Gi0/0
| Perangkat | Antarmuka | Alamat IP |
|---|---|---|
| R1 | Gi0/0 (LAN) | 192.168.1.1/24 |
| R1 | Gi0/1 (ke R2) | 10.0.0.1/30 |
| R2 | Gi0/1 (ke R1) | 10.0.0.2/30 |
| R2 | Gi0/0 (LAN) | 192.168.2.1/24 |
Atur IP semua antarmuka terlebih dahulu (lihat Modul 1), lalu pilih salah satu metode routing di bawah.
Langkah Praktikum
A. Routing Statik
Pada R1 (menuju LAN R2):
R1(config)# ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 10.0.0.2
Pada R2 (menuju LAN R1):
R2(config)# ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 10.0.0.1
B. Routing Dinamik RIP v2
Pada R1:
R1(config)# router rip R1(config-router)# version 2 R1(config-router)# no auto-summary R1(config-router)# network 192.168.1.0 R1(config-router)# network 10.0.0.0
Pada R2:
R2(config)# router rip R2(config-router)# version 2 R2(config-router)# no auto-summary R2(config-router)# network 192.168.2.0 R2(config-router)# network 10.0.0.0
C. Routing Dinamik OSPF
Pada R1:
R1(config)# router ospf 1 R1(config-router)# router-id 1.1.1.1 R1(config-router)# network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0 R1(config-router)# network 10.0.0.0 0.0.0.3 area 0
Pada R2:
R2(config)# router ospf 1 R2(config-router)# router-id 2.2.2.2 R2(config-router)# network 192.168.2.0 0.0.0.255 area 0 R2(config-router)# network 10.0.0.0 0.0.0.3 area 0
Pada OSPF, parameter jaringan memakai wildcard mask (kebalikan subnet mask), contoh /24 menjadi0.0.0.255.
D. Routing di Linux (opsional)
Aktifkan IP forwarding agar mesin Linux dapat berfungsi sebagai router, lalu tambahkan rute:
sudo sysctl -w net.ipv4.ip_forward=1 sudo ip route add 192.168.2.0/24 via 10.0.0.2 ip route
Verifikasi
R1# show ip route R1# show ip protocols R1# show ip ospf neighbor R1# ping 192.168.2.10 R1# traceroute 192.168.2.10
Tanda pada tabel routing: S = static, R = RIP, O = OSPF, C = connected.
Tugas
- Konfigurasikan routing statik, lalu ujikan
pingdari PC1 ke PC2. - Hapus rute statik, ganti dengan OSPF, dan bandingkan hasil
show ip route. - Putuskan salah satu link pada topologi, lalu amati perbedaan respons RIP dan OSPF.
- Lampirkan tangkapan layar hasil
show ip routedanping.
Referensi
- Kurose, J. F., & Ross, K. W. Computer Networking: A Top-Down Approach.
- RFC 2453 – RIP Version 2.
- RFC 2328 – OSPF Version 2.
Modul ini merupakan bagian dari Knowledge Base Lab Komunikasi Data – Kelompok 10.
