Alat Pengguna

Alat Situs


materi_2

Ini adalah dokumen versi lama!


Modul 2: Konfigurasi Routing Statik & Dinamik (OSPF/RIP)

Tujuan

  • Memahami fungsi routing dan tabel routing.
  • Mengonfigurasi routing statik dan dinamik (RIP dan OSPF).
  • Memverifikasi konektivitas antar jaringan.

Dasar Teori

Routing adalah proses menentukan jalur pengiriman paket dari satu jaringan ke jaringan lain oleh router. Router menyimpan jalur tersebut dalam tabel routing.

Aspek Routing Statik Routing Dinamik (RIP/OSPF)
Konfigurasi Manual oleh administrator Otomatis lewat protokol routing
Beban router Ringan Lebih berat (CPU, memori, trafik update)
Adaptasi perubahan Tidak, harus diubah manual Ya, menyesuaikan jika ada link putus
Cocok untuk Jaringan kecil dan sederhana Jaringan menengah hingga besar

Perbandingan RIP dan OSPF

Fitur RIP v2 OSPF
Jenis Distance vector Link-state
Metrik Hop count (maks. 15) Cost (berdasarkan bandwidth)
Update Berkala (tiap 30 detik) Hanya saat ada perubahan
Konvergensi Lambat Cepat
Skala jaringan Kecil Menengah–besar

Administrative Distance

Jika ada beberapa sumber rute ke tujuan yang sama, router memilih yang AD-nya paling kecil.

Sumber Rute AD
Connected 0
Static 1
OSPF 110
RIP 120

Topologi Praktikum

 192.168.1.0/24          10.0.0.0/30          192.168.2.0/24
 [PC1]---[R1]----------------------------[R2]---[PC2]
      .1/Gi0/0   .1/Gi0/1      .2/Gi0/1   .1/Gi0/0
Perangkat Antarmuka Alamat IP
R1 Gi0/0 (LAN) 192.168.1.1/24
R1 Gi0/1 (ke R2) 10.0.0.1/30
R2 Gi0/1 (ke R1) 10.0.0.2/30
R2 Gi0/0 (LAN) 192.168.2.1/24

Atur IP semua antarmuka terlebih dahulu (lihat Modul 1), lalu pilih salah satu metode routing di bawah.

Langkah Praktikum

A. Routing Statik

Pada R1 (menuju LAN R2):

R1(config)# ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 10.0.0.2

Pada R2 (menuju LAN R1):

R2(config)# ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 10.0.0.1

B. Routing Dinamik RIP v2

Pada R1:

R1(config)# router rip
R1(config-router)# version 2
R1(config-router)# no auto-summary
R1(config-router)# network 192.168.1.0
R1(config-router)# network 10.0.0.0

Pada R2:

R2(config)# router rip
R2(config-router)# version 2
R2(config-router)# no auto-summary
R2(config-router)# network 192.168.2.0
R2(config-router)# network 10.0.0.0

C. Routing Dinamik OSPF

Pada R1:

R1(config)# router ospf 1
R1(config-router)# router-id 1.1.1.1
R1(config-router)# network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0
R1(config-router)# network 10.0.0.0 0.0.0.3 area 0

Pada R2:

R2(config)# router ospf 1
R2(config-router)# router-id 2.2.2.2
R2(config-router)# network 192.168.2.0 0.0.0.255 area 0
R2(config-router)# network 10.0.0.0 0.0.0.3 area 0
Pada OSPF, parameter jaringan memakai wildcard mask (kebalikan subnet mask), contoh /24 menjadi 0.0.0.255.

D. Routing di Linux (opsional)

Aktifkan IP forwarding agar mesin Linux dapat berfungsi sebagai router, lalu tambahkan rute:

sudo sysctl -w net.ipv4.ip_forward=1
sudo ip route add 192.168.2.0/24 via 10.0.0.2
ip route

Verifikasi

R1# show ip route
R1# show ip protocols
R1# show ip ospf neighbor
R1# ping 192.168.2.10
R1# traceroute 192.168.2.10

Tanda pada tabel routing: S = static, R = RIP, O = OSPF, C = connected.

Tugas

  1. Konfigurasikan routing statik, lalu ujikan ping dari PC1 ke PC2.
  2. Hapus rute statik, ganti dengan OSPF, dan bandingkan hasil show ip route.
  3. Putuskan salah satu link pada topologi, lalu amati perbedaan respons RIP dan OSPF.
  4. Lampirkan tangkapan layar hasil show ip route dan ping.

Referensi

  • Kurose, J. F., & Ross, K. W. Computer Networking: A Top-Down Approach.
  • RFC 2453 – RIP Version 2.
  • RFC 2328 – OSPF Version 2.

Modul ini merupakan bagian dari Knowledge Base Lab Komunikasi Data – Kelompok 10.

materi_2.1793028870.txt.gz · Terakhir diubah: oleh aulia